Ingatan Rindu vierhuzz//12-o6-09(untuk sosok yang kurindu)
Kakak.. Masihkah kau ingat? Saat bibir terucap kata sayang padamu.. Saat hati terpaut dengan robithoh bersama embun.. Yang selalu kutitipkan bersama dinginnya hawa dini.. Jiwa ini serasa diujung kerinduan.. Setiap sapaan yang tak tersampaikan.. Setiap tutur yang terabaikan.. Aku tak tau dengan sebuah pikiran.. Aku tak kenal dimana persaudaraan.. Namun.. do'a dan ukhuwah ini takkan kulepaskan... Cukup Kak! Cukup! Biarkan Ukhuwah ini seperti mulianya tasbih.. Ada saat bermula.. Namun takkan ada ujungnya... Semoga rinduku tersampaikan... Uhibbukafillah..
Seorang anak bertanya kepada ibunya: “Mak, mengapa kita miskin mak ?” Ibu anak itu berkata: Hidup ini seperti jalan-jalan di dalam Supermarket.
Siapa yang membawa tiga coklat, ia akan membayar 3 coklat. Siapa yang hanya dapat satu coklat, ia membayar satu coklat. Orang miskin tidak kebagian coklat itu nak. Sebab itu di pintu kasir ia tidak diperiksa Orang miskin nanti, akan cepat pemeriksaannya di hari kiamat Sedangkan orang kaya, akan lambat pemeriksaannya.
ia mak” kata anak itu, “Aku percaya”. “Tetapi kalau kita miskin, aku kan tidak bisa sekolah sampai perguruan tinggi.”
Berlinang air mata ibu itu mendengar keluh anaknya. Ia palingkan wajahnya dan bertanya di dalam hati: Mengapa ya, kita dilahirkan sebagai orang miskin ?
“Itu rahasia Tuhanmu. Kamu boleh berusaha dan berdo’a untuk merubahnya.”
“Tetapi ingatlah”. Dan apabila kami beri nikmat kepada manusia. Ia berpaling, ia jauhkan dirinya Dan apabila kejahatan mengenai dia, adalah ia orang yang sangat putus asa (Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 83
Maka apabila bahaya mengenai manusia, ia seru kami Kemudian apabila kami beri kepadanya satu nikmat dari kami, Ia berkata: “Sesungguhnya apa yang diberikan kepada ku, lantaran kepintaran ku”. Bahkan nikmat itu satu percobaan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-Quran, surat Az-Zumar, ke 39 ayat 49)
Manusia tidak jemu minta kebaikan. Tetapi jika kesusahan mengenai dia Maka ia putus asa putus harapan (Al-Quran, surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 49)
Apabila kami beri nikmat atas manusia Ia berpaling dan menjauhkan diri Tetapi apabila menggenai dia kesusahan, maka ia mempunyai permintaan yang panjang. (Al-Quran, surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 51)
“Jadi apa rahasia kehidupan itu”, kata anak itu kepada ibunya Kata ibunya: “Rahasia Kehidupan yang pertama, “kita harus selalu bersyukur” Tidak membuang waktu. Kerjakan suatu pekerjaan setelah selesai satu pekerjaan”. “Tidak ada istilah bersantai dalam hidup ini”. “Mereka yang bergerak, merekalah yang maju ke muka.
“Mungkinkah kita bisa jadi orang kaya bu, lanjut anak itu di dalam hati”
Ibu itu berdo’a dalam hatinya :”Ya Allah, keluarkanlah kami dari lilitan kemiskinan ini, kuatkanlah iman kami, dan sejahterakanlah anak cucu kami dunia dan akhirat.”
Lima puluh tahun kemudian,
Dialah Yang menjadikan kamu khalifah di bumi,dan mengangkat derajat sebagian dari kamu atas sebagaian untuk Dia menguji kamu tentang apa yang Dia telah datangkan kepada kamu. Sesungguhnya Tuhanmu lekas siksaan-Nya, tetapi Dia Pengampun Yang Maha teliti. (006,165)
Perpustakaan-Terbuai@yahoogroups.com
Nah, saya mau mulai bicara dari social network yang sudah terkenal dulu.
Pernah mendengar situs jaringan pertemanan Friendster (www.friendster.com)? Konon, melalui situs tersebut, banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat sangat populer. Tak heran jika setelah era suksesnya Friendster, berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook (www.facebook.com).
Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut, kala itu, mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.
Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.
Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya, Andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes, Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.
Mark ternyata tak sekadar nekat. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook ketimbang menyelesaikan kuliahnya. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari.
Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.
Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Persentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.
Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran, raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai 15 miliar dolar AS! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.
Nah, itu tadi kisah sukses dari Facebook (FB). Sekarang saya ingin melanjutkan dengan Social Network ala Indonesia. Salah satunya adalah Otofriends (www.otofriends.com). Bagaimana saya bisa tahu itu social network dari Indonesia?? Karena ternyata setelah saya telusuri websitenya, di bawah (footer) dari halaman web ini terdapat tulisan “Otofriends - Originally from Indonesia”.
Saya pelajari website tersebut dan berusaha mencari tahu siapa pemilik website tersebut dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan browsing melalui Google. Maka didapatlah bahwa bahwa pemilik tersebut adalah benar orang Indonesia yang masih duduk di bangku kuliah sebuah universitas ternama di Indonesia. Tapi saya belum sempat bertemu dengan orangnya langsung. Oleh karena itu, mungkin saya belum bisa menceritakan kisah orang tersebut.
Setelah mendalami situs tersebut, ternyata situs ini mirip sekali dengan Facebook. Ada Chat, Games, Private Chat, Groups, Event, Music (fitur yang tidak ada di Facebook). Sayangnya situs pertemanan ini, belum memiliki Video seperti Facebook. Tapi menurut saya, situs ini dapat dikatakan komplit, mantap, oke. Apalagi dengan anggotanya yang telah mencapai ratusan orang dan terus bertambah hingga kini.
Apakah situs pertemanan www.otofriends.com dari Indonesia ini bisa mengulang kisah sukses dari Mark Zuckerberg? Tidak ada yang tahu, tinggal menunggu waktu saja. Kita tunggu saja.
Maju terus situs pertemanan ala Indonesia. Go Otofriends, Go Indonesia!
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Tuhanku, Kesalahan telah menutupku dengan pakaian kehinaan Perpisahan dengan-Mu telah membungkusku dengan jubah kerendahan Besarnya dosaku telah mematikan hatiku Hidupkan aku dengan ampunan-Mu Wahai Cita dan Dambaanku Wahai Ingin dan Harapanku
Demi keagungan-Mu Tidak kudapatkan pengampunan dosaku selain-Mu Tidak kulihat penyembuhan lukaku selain-Mu Aku pasrah berserah pada-Mu Aku tunduk bersimpuh pada-Mu
Jika Kauusir aku dari pintu-Mu kepada siapa lagi aku bernaung Jika Kautolak aku dari sisi-Mu kepada siapa lagi aku berlindung Celaka sudah diriku lantaran aib dan celaku Malang benar aku karena kejelekan dan kejahatanku
Aku bermohon pada-Mu Wahai Pengampun dosa yang besar Wahai Penyembuh tulang yang patah Anugerahkan padaku penghancur dosa Tutuplah untukku pembongkar cela Jangan lewatkan aku, di hari Kiamat, dari sejuknya ampunan maghfirah- Mu Jangan tinggalkan aku dari indahnya maaf dan penghapusan-Mu
Ilahi, naungi dosa-dosaku dengan awan rahmat-Mu curahi cela-celaku dengan hujan kasih-Mu
Ilahi, Kepada siapa lagi hamba yang lari kecuali pada Mawlanya Adakah selain Dia yang melindunginya dari murka-Nya
Ilahi, Sekiranya sesal atas dosa itu taubat Sungguh, demi keagungan-Mu, aku ini orang yang menyesal Sekiranya istighfar itu penghapus dosa Sungguh, kepada-Mu aku ini beristighfar
Ilahi, dengan kodrat-Mu ampuni aku dengan kasih-Mu maafkan aku dengan ilmu-Mu sayangi aku Ilahi, Engkaulah yang membuka pintu menuju maaf-Mu kepada hamba-hamba-Mu Kaunamai itu taubat Engkau berfirman: "Bertaubatlah taubat yang nashuha!
Apa alangan orang yang lalai memasuki pintu itu setelah terbuka Ilahi, jika jelek dosa dari hamba-Mu baikkan maaf dari-Mu Ilahi, aku bukan yang pertama membantah-Mu dan Kaumaafkan dan menolak nikmat-Mu tetap Kaukasihi
Wahai Yang Menjawab pengaduan orang yang berduka Wahai Pelepas derita Wahai Penabur karunia Wahai Yang Maha Mengetahui rahasia Wahai Yang Paling Indah dalam menutup cela Aku memohon pertolongan dengan karunia dan kebaikan-Mu Aku bertawassul dengan kemuliaan dan kasih-Mu Perkenankan doaku, jangan kecewakan harapanku Terimalah taubatku, hapuskan kesalahanku dengan karunia dan rahmat-Mu Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi. (kitab Fafatihul Jinan, kunci-kunci surga)
Selepas Isya’, setelah merasa cukup memberikan pengajian selama bertahun-tahun pada santrinya, seorang Kiyai memberikan santrinya masing-masing seekor ayam. Kiyai berpesan, “terimalah ayam ini, lalu semblihlah ditempat, dimana tidak ada yang bisa melihat apa yang kamu lakukan.”
Subuh itu udara cukup dingin, namun Kiyai dan para santrinya sudah berkumpul di Langgar. Selepas shalat subuh berjama’ah, Kiyai bertanya perihal ayam yang diberikannya itu. Seorang santri senior meminta ijin berbicara, “Kiyai, saya sudah jalankan pesan Kiyai untuk menyemblih ayam itu di tempat yang tak bisa ada yang melihat saya menyemblih ayam itu.”
Kiyai tersenyum, “Dimana kamu semblih?”
Santri menjawab, “Di belakang sumur, malam tadi tepat jam 12.00″
“Kamu yakin tak ada yg melihat perbuatan itu?,” tanya Kiyai lagi.
“Yakin….a’inul yakin, Kiyai, saya sudah periksa berulang kali tempat itu dan sudah sangat berhati-hati” jawab santri dengan takzimnya.
Kiyai menghela nafas. Dia tatap seluruh santrinya. Lalu dengan perlahan dia bertanya, “Bagaimana dengan yang lain?” Satu-satu melaporkan “tempat rahasia” mereka saat menyemblih ayam tersebut.
Kiyai sekali lagi menghela nafas. Dengan suara berat, Kiyai berkata, “Kalian semua tidak lulus…. berbulan-bulan aku mengajarkan Islam kepada kalian, sayang, kalian tak mampu menangkapnya dengan baik. Ketika kalian merasa telah menemukan suatu tempat rahasia, dimana tak ada yang bisa melihat perbuatan kalian, kalian lupa, wahai anak-anakku, bahwa sungguh tak ada tempat di dunia ini yang lepas dari pengamatan Allah!” “Ketika kalian semblih ayam itu, tak sadarkah kalian bahwa Allah melihat perbuatan itu.”
Saya menghela nafas mengingat kembali kisah di atas. Betapa sering kita lupa bahwa Allah selalu melihat dan mengetahui perbuatan kita. Ketika kita “semblih” nasib bawahan kita, kita lupa bahwa Allah melihat perbuatan kita. Ketika kita berhasil meloloskan diri dari kecurigaan isteri untuk berdua-duaan saja dengan wanita yang bukan hak kita di sebuah motel selama berjam-jam, kita lupa bahwa Allah tak bisa kita kelabui.
Ah.. bisakah kita ,melepaskan diri dari "mata" Allah, bisakah kita menemukan suatu tempat rahasia, dimana tak ada yang bisa melihat apa yang kita lakukan...?????
"Anak IPA itu... bawa tas segede galon, pake kacamata setebal kulkas, ke mana-mana bawa ensiklopedia, terus mainnya catur. Kalau anak IPS, bawa tas kayak mau ke mal, pake soft lens berwarna, ke mana-mana bawa komik atau majalah, terus mainnya game online." Waduh, guys, masih berpandangan kayak gini? “ Hmm..buat kamu-kamu yang masih bingung mau pilih IPA atau IPS, Yuk kita kupas tuntas gimana sih mereka?
Sebenarnya anak IPA dan IPS punya banyak kesamaan, juga perbedaan. Hampir semua anak IPA rajin dan anak IPS malas? Hmm, coba deh kalian masuk ke kelas IPA waktu gurunya nggak ada di kelas. Niscaya tampaklah pemandangan yang membuat bergemuruh seisi ruang kelas! Hehe.. sama kayak IPS gak? Trus, Anak IPA nggak mau diajak kompak? Eits, jangan salah! Justru setelah penjurusan IPA dan IPS, seharusnya lebih kompak dibanding kelas 10. Soalnya kan udah punya banyak kesamaan. Jadi anak IPA juga nggak kalah sama anak IPS!
Anak IPA kerjanya baca ensiklopedia, anak IPS baca komik atau majalah? Salah besar. Anak IPA juga suka baca komik dan novel. Anak IPS juga suka baca koran untuk tahu perkembangan politik terbaru. Anak IPA mainnya catur, anak IPS main game online? Wah, salah besar. Anak IPS ada yang hobi catur, anak IPA pun ada yang hobi main game online. Terbukti salah satu anak IPA di sekolah ane malah hobi banget maen game online!
Nah kalo perbedannya,baik anak IPA maupun IPS punya keingintahuan, tapi bentuk keingintahuan itu berbeda. Misalnya, ada kelapa dilempar pas ke atas kepala si Udin. Anak IPS bertanya, "Kira-kira siapa pelakunya dan kenapa dia jadi sasaran?" Sedangkan anak IPA bertanya, "Gimana caranya melempar dari jarak sekian, dengan sudut lemparan segitu, agar bisa pas jatuh di kepala Udin yang lagi jalan dengan kecepatan semeter per sekon?"
Cara penyelesaian masalah anak IPA dan IPS pun berbeda. Misalnya, setelah dilempar kelapa, si Udin pingsan. Anak IPS segera mikir cara mencari bantuan andal dalam waktu cepat. Anak IPA mikir jaringan apa yang mungkin rusak dan gimana caranya biar kerusakan itu nggak menyebar ke jaringan lain. Bisa dilihat kan, anak IPA cenderung lebih individualistis dibandingkan IPS. Anak IPA berpikir apa yang dapat IA lakukan untuk orang lain, anak IPS berpikir BERSAMA lebih baik.
Kepintaran anak IPA dan IPS juga berbeda. Anak IPA pasti lebih unggul dalam hitung-menghitung, anak IPS unggul dalam menghafal. Jurusan IPA lebih kepada pengetahuan Akademik ,maksud nya jurusan ini memerlukan otak yang cerdas ,kreatif dan berdisiplin ,bahan pelajaran mengenai matematik.biologi,chemist.b.inggris,nilai... harus bagus sebab jurusan ini mempersiapkan pelajar mengambil jurusan kedokteran, tekhnik, dkk. Jurusan IPS mengarah kepada yang suka mengingat dan lancar dalam komunikasi, jurusan ini mempersiapkan pelajar dalam bidang hukum ,ekonomi,dll. Jadi, kita sendiri yang tau gimana bakat, minat, n kemampuan kita.
Nah, untuk yang kelas 1, sudahkah kalian memutuskan jurusan terbaik yang mau diambil? Jangan tanya mana lebih baik, IPA atau IPS. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan. IPA atau IPS? YOU decide! ^_^
mungkin ini skenario satu babak menanti dibalik jendela melihatmu tengah berlari tanpa menoleh pada perindu hujan saat tetes hujan...
Penyejuk Hati
"Siapa yang membaca Al-Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan jubah(kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanyabertanya,'Mengapa kami dipakaikan jubah ini?' Dijawab, 'Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an.'" (HR Al-Hakim)