Ads 468x60px

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu

bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

kuatkanlah ikatannya
tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya

terangilah dengan cahyaMu
yang tiada pernah padam
ya Robbi bimbinglah kami

rapatkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakkal padaMu

hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Minggu, 12 Juni 2011

JDN, aksi nyata untuk Palestine!

Apa itu JDN?
Jejaring Donasi Nasional atau yang disingkat JDN adalah pengumpulan donasi dalam bentuk uang dari seluruh LDK di Indonesia khususnya yg tergabung dalam FSLDK maupun dari masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian nyata kepada rakyat Palestina. Program ini sudah berjalan beberapa tahun yang sebelumnya dikoordinir oleh LDK SALAM UI. Tiap tahun JDN yang terkumpul dari LDK se-Indonesia ini disalurkan kepada rakyat Gaza melalui KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina). Kali ini program JDN diampu oleh Jama’ah Shalahuddin UGM yang kini diamanahkan sebagai Badan Khusus Isu Dunia Islam FSLDK.

Sabtu, 29 Januari 2011

Menutup diri, membuka hati..






Lagi, malam ini otakku kembali dipenuhi aliran kata yang hendak tumpah dalam kertas maya. Bercerita tentang sesosok muslimah dalam pencariannya.
Kurang lebih tiga tahun lalu seorang gadis mulai memantapkan diri untuk menutup aurot sesuai dengan nadzarnya.
Berat memang, awalnya.
Ia merasa berat karena harus meninggalkan pakaian-pakaian "Pendek" yang biasa ia pakai dalam kesehariannya.
Ia merasa berat karena rambut yang biasa dihias dengan pita-pita cantik nan lucu harus ditutupi dengan selembar kain yang menutupi helaian rambutnya.
Ia merasa berat harus berpenampilan layaknya seorang muslimah yang berjilbab yang biasanya sudah paham masalah agamanya.
Ia merasa berat karena takut teman-temannya menjauhi dirinya.
hingga akhirnya, ia mulai "terpaksa" untuk menjalankan nadzarnya itu.

Senandung Kematian


“Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara..”
Deg! Lirik lagu yang telah lama mengiringi website saya di multiply maupun blogspot kali ini rasanya berbeda.. Tiba-tiba saya teringat akan suatu kepastian yang pasti kita lalui. Suatu fase kehidupan dimana setiap yang bernyawa pasti akan mati. Entahlah, mungkin banyak orang memilih menghindari mengingat mati. Katanya “Kematian itu menyeramkan.” Benarkah?
Memang, kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Namun sebenarnya tiap detik yang terlewati kita tengah mendekat pada masa diman kita akan mengalami sebuah fase yang disebut dengan MATI. Bahkan mungkin saat ini ketika kita tengah asyik menulis, membaca, atau sekedar fesbukan sebenarnya kita tengah dekat dengan ajal kita. Wallahua’lam.
Memang, kematian adalah sebuah misteri yang pasti. Seperti yang tercantum dalam Surat Al-Ankabut ayat 57,“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Kita biasanya terbuai dalam kehidupan dunia yang sekejap ini. Kalo kata orang jawa,”Urip ning ndonya iki mung mampir ngombe” (Hidup di dunia ini hanya mampir minum).

Rabu, 14 Juli 2010

Titik Temu Hitam



Jendela menatap dingin padaku hari ini,
kutatap dari bilikjendela,
hujan seakan menutup wajah sendumu.
Sebuah pertanyaan terlintas,"Di manakah bukit-bukit indah yang dulu kami pandang, dan nyala matahari senja?"
Cahaya-cahaya tengah membeku di jiwa.
dan waktu tengah bergeser,
seolah melumut di batu-batu hati.
Kegusaran suara itu menggeliat dari kecuraman kabut yang dalam, di ujung lembahnya,
angin memangkas dedaunan.
"suara siapakah yang menggantung di udara?"

Jumat, 18 Juni 2010

Selembar Bulu Mata


Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu."

Minggu, 13 Juni 2010

Cinta tak semurah sms


Bismillahirrahmanirrahiim..

Assalamu’alaykum kawan-kawan.. Setelah sekian lama ana gak corat coret di ms word, malam ini akhirnya tumpahlah aliran huruf yang dah kesimpen selama beberapa minggu lalu. Kali ini lagi-lagi ana akan membahas masalah cinta yang kagak ada matinya deh.. Pasalnya dah dibahas berkali-kalipun tetep aja masalah ini selalu laris menjadi bahan omongan kita-kita. Ya kagak?!

Sebuah kisah klasik diantara remaja, yang katanya sih lagi masa puber gitu.. Apalagi kalo muda-mudi tersebut tergolong aktivis dakwah di sekolahnya. Kisahnya gini.. Suatu hari, ada seorang Akhwat yang katanya jadi dambaan para ikhwan di sekolahnya karena akhwat tersebut sangat militant. Tilawahnya oke, dakwahnya te-o-pe, jilbabnya gede, apalagi pake motor gedhe (heh?! Kidding)

Suatu hari, pada saat istirahat sekolah, sang akhwat berlari kecil menuju mushola dengan memeluk mukena kesayangannya. (Waktu istirahat di sekolah tersebut memang tak cukup lama) Seusai melaksanakan dua rakaat sholat dhuha yang ganjarannya sama dengan jumlah shodaqoh seluruh saraf kita, akhwat tersebut bergegas kembali ke kelas karena bel akhir dari istirahat telah berbunyi. Tiba-tiba hape akhwat tersebut bergetar, tanda satu pesan masuk ke inboxnya.

Rabu, 09 Juni 2010

Puisi Berantai!!

Akhirnya, setelah sekian lama hibernasi dari blogspot, kini ana sempatin buat repost postingan dari MP mbak rie.. Ini sebuah puisi berantai yang kita buat bareng2.. oke, cekidott!! ^_^b

sebuah puisi hasil karya anak negri...
kita bisa bersatu...saling bahu membahu
membuat sebuah karya...berupa puisi.......

Tanyaku Pada Hujan

Awan kelabu bergelayut manja
sampaikan bulir hujan dari atas mega
aku berdiri menatap senja
dari sudut sebuah kota.....