Selasa, 26 Juni 2012
Rabu, 20 Juni 2012
Menyiapkan Ramadhan dengan Penuh Cita dan Cinta
Ramadhan di hati, ramadhan di nanti..
Tak terasa sudah memasuki bulan sya'ban nih. Jadi ingat tahun yang lalu, ketika tarhib Ramadhanku gak maskimal, ternyata benar-benar berdampak sama ramadhan yang aku jalani. Nampaknya ramadhan kali ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada tantangan yang berbeda dimana aku harus mulai memasuki fase-fase baru dalam hidupku. Berdasaran pengalaman tahun yang lalu, aku ingin ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. #SemangatPerbaikan!
Tak terasa sudah memasuki bulan sya'ban nih. Jadi ingat tahun yang lalu, ketika tarhib Ramadhanku gak maskimal, ternyata benar-benar berdampak sama ramadhan yang aku jalani. Nampaknya ramadhan kali ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada tantangan yang berbeda dimana aku harus mulai memasuki fase-fase baru dalam hidupku. Berdasaran pengalaman tahun yang lalu, aku ingin ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. #SemangatPerbaikan!
Sabtu, 12 Mei 2012
Lingkaran Cinta
kuingat, kala itu bulan Ramadhan..
aku masih berstatus sebagai mahasiswa baru..
pertemuan awal kita..
aku merasa asing dengan kalian..
benar-benar asing..
aku masih bertanya, kenapa kalian disini?
tercatat, 4 september 2010
masih terekam dalam memoriku,
di mushola yang menurutku indah,
belum pernah kulihat mushola seindah ini dikota asalku..
ia menjadi saksi pertemuan kita..
membangun cinta..
perlahan, benang cinta ini kita jalin..
mengeja ilmu-Nya
membentuk bata-bata kokoh
mengisi ruhiyah yang haus akan celupan-Nya
dengan dibimbing seorang qiyadah, penuh cinta..
perlahan, benang cinta ini mulai terjalin..
Minggu, 29 April 2012
perindu hujan
mungkin ini skenario satu babak
menanti dibalik jendela
melihatmu tengah berlari
tanpa menoleh pada perindu hujan
saat tetes hujan basahi bumi
dan sang perindu hujan dibalik jendela
terpana dengan indahnya pelangi
ibarat lukisan dalam sudut hati
merindu datangnya hujan
hingga sempat nikmati warna-warni
terpana dibalik jendela
lirih ia menyapa,
sembari menanti waktu yang tengah bergeser
suara itu menggeliat,
tak terdengar
duhai? suara siapakah yang menggantung di udara?
menanti dibalik jendela
melihatmu tengah berlari
tanpa menoleh pada perindu hujan
saat tetes hujan basahi bumi
dan sang perindu hujan dibalik jendela
terpana dengan indahnya pelangi
ibarat lukisan dalam sudut hati
merindu datangnya hujan
hingga sempat nikmati warna-warni
terpana dibalik jendela
lirih ia menyapa,
sembari menanti waktu yang tengah bergeser
suara itu menggeliat,
tak terdengar
duhai? suara siapakah yang menggantung di udara?
Rabu, 25 April 2012
Agar Bisa Menikmati Indahnya Dakwah
Oleh: Cahyadi Takariawan
Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah.
Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.
Sarana-Sarana Tarbiyah Dzatiyah
Bismillah, ijinkan saya kali ini melanjutkan kembali resume buku berjudul," Tarbiyah Dzatiyah" pada bab tentang Sarana-Sarana Tarbiyah Dzatiyah..
Dalam buku setebal seratus halaman ini dijelaskan mengenai sarana apa saja yang dapat menjadi jembatan dari tarbiyah dzatiyah.
Dalam buku setebal seratus halaman ini dijelaskan mengenai sarana apa saja yang dapat menjadi jembatan dari tarbiyah dzatiyah.
Sarana Pertama: Muhasabah
Jadilah muslim yang cerdas, walaupun kita tahu bahwa Allah punya malaikat yang menulis seluruh hal serta mencatat perbuatan seberat atom pun. Alangkah cerdasnya jika kita memulai mengevaluasi diri kita sendiri, meneliti keburukan dan kebaikan yang dilakukan sebelum akhirnya kaget dan terperanjat di hari kiamat.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr:18)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr:18)
Selasa, 24 April 2012
“Jihad Harta, Langkah untuk Meraih Jannah”
Judul : Keajaiban Jihad Harta
Judul Asli : Al-Jihaad bil Maal fii Sabiilillaah
Penulis : Dr. Nawwaf Takruri
Penerbit : Darul Uswah, Yogyakarta
Cetakan : I, 2011 ; 14 x 20,5 cm
Tebal : 160 Halaman
ISBN : 978-979-8143-26-4
“Sesungguhnya harta dapat menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi dakwah dalam salah satu fase perjalanannya.” Saat ini, harta telah menjadi sendi yang kedudukannya menjadi penting. Dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat, salah satunya persoalan Palestina pun tak lepas dari yang namanya “Jihad Harta”. Dalam Al-Qur’an, Allah menjadikan jihad harta dan jihad nyawa sebagai dua sejoli yang nyaris tak dapat terpisahkan. Bahkan ada kalanya jihad harta lebih didahulukan, sebagaimana tertulis dalam surat Al-Hujurat ayat 15: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”
Langganan:
Postingan (Atom)





