Jumat, 28 Juni 2013
Senin, 17 Juni 2013
Selasa, 07 Mei 2013
Membangun Keluarga Dakwah
Oleh : Ervira Rusdhiana
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya (sakinah), dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
(QS Ar Rum ayat 21)
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang anggota keluarga. Dalam paradigma berkeluarga seorang muslim, berkeluarga bukan hanya sekedar membentuk keluarga saja, namun motivasi berkeluarga haruslah dilandasi dengan motivasi untuk beribadah kepada Allah, menjaga kesucian diri, dan merealisasikan amal bahwa berkeluarga adalah bagian dari sebuah gerakan menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi.
Selasa, 16 April 2013
Doa dan Harapan dari Hati
Kamis, 04 April 2013
#MariGerak
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari)
Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”
Sabtu, 30 Maret 2013
Ujian Keimanan
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS al-Ankabut [29]: 2-3).
Orang-orang yang beriman memang tidak bisa melepaskan diri dari hal yang satu ini: ujian keimanan. Ia merupakan proses yang akan membuktikan keimanan dari orang-orang yang mengaku, "Kami telah beriman." Ujian keimanan adalah keniscayaan. Dan semua ujian itu berfungsi untuk membuktikan kebenaran iman seseorang. Dijelaskan Ibnu Katsir bahwa ujian yang diberikan itu sesuai dengan kadar keimanan seseorang. Rasulullah SAW bersabda, "Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian berikutnya dan berikutnya. Seseorang dicoba sesuai dengan (kadar) agamanya. Ketika ia tetap tegar, maka ditingkatkan cobaannya." (HR At-Tirmidzi)
Selasa, 26 Maret 2013
Langganan:
Postingan (Atom)






