Pagi, dunia..
Hari sabtuku, usai sholat subuh berjamaah di Masjid akupun bergegas menuju asrama. Hari ini jatah kami muroja'ah surat Ar-Rahman dan An-Naba'. Seperti biasa, setiap sabtu ahad kami bersiap untuk menghadiri kelas tahsin bersama Ustadz Hartanto. Saat teman yang lain memilih mennyelesaikan urusannya, aku memilih untuk melaksanakan kewajibanku untuk piket. Hari ini aku kebagian menyapu halaman teras. Sambil asik muroja'ah, aku menyapu butir-butir debu juga dedaunan yang jatuh di halaman Rumah TahfidzQu. Tetiba, ada suara seorang ibu berusia sekitar lima puluh tahun menyapaku, "Assalamu'alaykum"
Hari sabtuku, usai sholat subuh berjamaah di Masjid akupun bergegas menuju asrama. Hari ini jatah kami muroja'ah surat Ar-Rahman dan An-Naba'. Seperti biasa, setiap sabtu ahad kami bersiap untuk menghadiri kelas tahsin bersama Ustadz Hartanto. Saat teman yang lain memilih mennyelesaikan urusannya, aku memilih untuk melaksanakan kewajibanku untuk piket. Hari ini aku kebagian menyapu halaman teras. Sambil asik muroja'ah, aku menyapu butir-butir debu juga dedaunan yang jatuh di halaman Rumah TahfidzQu. Tetiba, ada suara seorang ibu berusia sekitar lima puluh tahun menyapaku, "Assalamu'alaykum"
Sontak, aku menjawab, "Wa'alaykumussalam, Bu" sambil menyalami tangan sang ibu.
"Maaf lahir batin ya mbak, lagi nyapu ya." ujar sang ibu padaku.
"Oh iya, Bu.. Sama-sama, maaf tangan saya kotor habis nyapu" jawabku sambil sedikit meringis karena salah tingkah. Dan sang ibu pun masuk ke rumahnya.






