Jika Jepang memiliki Kaizen (usaha perbaikan berkelanjutan untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang). dan Bushido (kode etik kepahlawanan golongan samurai dalam sejarah Jepang. Nilai-nilai yang menjadi inti bushido adalah moralitas, kebajikan, keberanian, kejujuran) yang bisa membuat mereka seperti saat ini, maka kita telah diberikan 7ayat yang diulang-ulang, yaitu Al-Fatihah.
Bismillahirrahmaanirrahiim
, melatih kita untuk memulai segala sesuatu dengan kasih sayang.
Tak terasa bulan suci Ramadhan telah berganti dengan bulan syawal. Sebelumnya, saya ucapkan Minal aidin wal faidzin.. Mohon maaf ya apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Biarpun Ramadhan telah usai, tapi semangat Ramadhan harus tetap terjaga yah! Amalan-amalan kita harus tetap ditingkatkan setiap saat. Jangan sampai ibadah kita seolah menjadi ibadah musiman yang hanya kita lakukan setahun sekali saat bulan Ramadhan.. Soalnya, "Sejelek-jeleknya orang adalah orang yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin sholat malam sepanjang tahun." Ibadah bukan hanya di bulan Ramadhan, Rajab atau Sya'ban saja..
Oh ya, bicara soal amal ibadah, Rasulullah SAW memiliki sahabat yang bernama Bilal bin Rabbah radhiyallahu'anhu. Bilal adalah seorang sahabat yang suara terompahnya(sandalnya) sudah terdengar di syurga, padahal ia masih hidup di dunia.
Kisah bocah ini adalah bahwa ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari semua agama. Setelah membaca dengan penuh teliti, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang muslim sebelum dia bertemu dengan seorang muslimpun.
”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi” (HR. Al-Bukhari no. 1296).
Kisah kita kali ini, tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nashrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim.
“17 Agustus tahun ’45.. itulah hari kemerdekaan kita…” Ups! Siapa sih yang nggak tahu lirik di atas?? Yap! Tanggal 17 Agustus 1945 itu ditetapkan sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tapi, apa hubungannya sama Ramadhan??? Bagi bangsa Indonesia, khususnya yang beragama Islam Ramadhan memiliki makna dan kesan tersendiri lho. Kalo kita hubungkan dengan perjuangan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ternyata Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan NKRI yang dibacakan Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia terjadi pada hari Jumat, tanggal 09 Ramadhan 1367 Hijriah, yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1945 Masehi. Subhanallah!! Hmm.. Kog bisa ya? Berarti waktu berperang, para pejuang RI sedang berpuasa donk? Emang nggak lemes yah?? Hehe… Itu hebatnya orang yang sungguh-sungguh berpuasa. Seseorang yang sedang berpuasa memiliki mental-spiritual yang kuat serta memiliki kedekatan tersendiri dengan Allah SWT, Dzat yang membebaskan negeri ini dari cengkeraman tangan penjajah. Sekali lagi, Subhanallah..!!
Selain kemerdekaan RI, di bulan Ramadhan terjadi berbagai peristiwa sejarah maha penting, lho! Bukan saja dengan penurunan kitab suci (Al Qur'an), tapi juga ketika dihubungkan dengan berbagai peristiwa besar, terutama bertalian dengan sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW beserta umatnya di antaranya, perang Badar yang terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya bulan ke-19 dari tahun Hijrah/Januari 630 Masehi. Pembebasan Kota Makkah (fathu Makkah) pun terjadi pada Ramadhan 8 Hijrah (Februari 630 Masehi).
Selai itu bulan Ramdhan juga mendapat beberapa gelar kehormatan lho! Al Qur'an menjuluki bulan agung ini dengan bulan diturunkan Al Qur'an (syahru ramadhan alladzi unzila fih Al Quran). Hadis Nabi Muhammad SAW menjuluki Ramadhan dengan, antara lain, bulan kasih-sayang (syahr ar-rahmah), bulan ampunan (syahr al-maghfirah), bulan taubat (syahr at-taubah), bulan puasa (syahr ash-shiyam), bulan amal (syahr al-`amal), dan bulan keberkahan (syahr al-barakah).
Mungkin semangat ramadhan juga lah yang mengilhami pemimpin kita untuk mencetuskan Proklamasi kemerdekaan kita. Bulan ramadahan membuat motivasi mereka meningkat secara berlipat ganda dan Allah juga membuka jalan bagi mereka.
Dan perlu kita renungkan pula, bahwa kita tak selamanya di dunia ini! Dunia ini hanya sekedar istirahat sebentar untuk minum seteguk air.. Maka dari itu, jangan sia-siakan Ramadhan tahun ini! Karena tidak semua orang bisa mendapat kesempatan untuk menyambut bulan yang DAHSYAT ini..! Bahkan mungkin saja Ramdahan tahun ini adalah Ramadhan terakhir untuk kita.. Wallahua’lam.. Jadi nggak ada alasan kita untuk bermalas-malasan dibulan nan suci ini, kahn?? Pemimpin kita juga telah membuktikan kepada kita betapa berharganya bulan Ramadhan untuk perjuangan bangsa ini. Segera siapkan mental, fisik, serta rohani kita untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini. SERBUUU… RAMADAHAN SERU…! ^_^ ALLOHUAKBAR!!! (vierhuzz_smada)
Buku yang indah ditulis dalam kesadaran ibadah. Buku ini mengajak kita mencintai kehidupan, juga kematian, mencintai anugerah juga musibah, dan mencintai indahnya hidayah. Novel ini disajikan dengan gaya sederhana namun sangat menyentuh. Penulis berhasil menghadirkan tokoh-tokoh dan suasana dengan begitu hidup. Islami dan luar biasa. Pantas dibaca oleh siapa saja yang ingin mendapatkan pencerahan rohani. Dramatis, tanpa perlu hiperbolik. Menyentuh, tanpa perlu mengharu biru. Kecerdasan dalam kepolosan. Terkadang malu sendiri ketika menyimak si mungil Delisa. Seolah menonton film dokumenter ketika membacanya lembar demi lembar.
Mengambil setting peristiwa Tsunami di Aceh, buku ini penuh dengan konflik di setiap bagian. Diawali dengan cerita tentang keluarga kecil di Lhok Nga, keluarga Usman. Ummi, Cut Fatimah, Cut Zahra, Cut Aisyah, dan si bungsu Delisa yang merupakan tokoh sentral di novel ini. Drama kehidupan sosial masyarakat Aceh pun dimulai. Religius, sederhana dan tenang. Sampai akhirnya peristiwa Tsunami terjadi, meliukkan tarian kematian, mengubah mimpi jadi tangisan.
Yang menarik dari novel ini adalah Tere-Liye-sang penulis novel, sangat pandai mengaduk-aduk perasaan pembaca. Penggambaran keadaan peristiwa- peristiwa pun begitu istimewa, seolah-olah kita ikut terlarut di dalamnya. Jika biasanya konflik pada novel ditempatkan hanya di depan, tengah atau di belakang, maka tak henti-hentinya pembaca akan dikagetkan dengan konflik yang selalu hadir. Saya pun cukup kaget dengan konflik yang hadir di akhir novel, membuat hatiku mengharu-biru (mengambil istilah Kang Abik dalam novel Ayat-Ayat Cinta). Jika Ayat-ayat Cinta kaya akan kehidupan, maka Hafalan Sholat Delisa kaya akan makna kehidupan! Bagi anda yang mencari novel yang bergizi, novel ini sangat saya rekomendasikan untuk anda beli (minimal pinjem ama temen) .
Subhanallah, setiap kata dalam novel ini mengandung sejuta makna yang mendalam.. :) jadi jangan lupa baca yah..
Kulepas kepergianmu dengan segala keyakinanku..Aku yakin kau bisa saudaraku..Tak mungkin aku yang tak berdaya ini melawan ketetapan-Nya..Aku ikhlas..Bahwa tiap pertemuan pasti akan ada perpisahan..Bahwa tiap cinta yang kumiliki berasal dari Sang Maha Pemilik Cinta..Dan semua itu akan kembali pada-Nya pula...Selamat Jalan Saudaraku..Selamat Berjuang di medan yang berbeda.. Ya ALLAH, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati2 ini tlh berkumpul untukmencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, & berjanji setia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya. Ya ALLAH, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya & penuhilah dgn cahaya-Mu yg tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dgn limpahan iman & keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dgn limpahan iman & keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dgn ma'rifat-Mu, & matikanlah dlm keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung & sebaik-baik penolong. Aamin.
mungkin ini skenario satu babak menanti dibalik jendela melihatmu tengah berlari tanpa menoleh pada perindu hujan saat tetes hujan...
Penyejuk Hati
"Siapa yang membaca Al-Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan jubah(kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanyabertanya,'Mengapa kami dipakaikan jubah ini?' Dijawab, 'Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an.'" (HR Al-Hakim)