Ads 468x60px

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu

bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

kuatkanlah ikatannya
tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya

terangilah dengan cahyaMu
yang tiada pernah padam
ya Robbi bimbinglah kami

rapatkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakkal padaMu

hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Selasa, 24 April 2012

“Jihad Harta, Langkah untuk Meraih Jannah”



Judul : Keajaiban Jihad Harta
Judul Asli : Al-Jihaad bil Maal fii Sabiilillaah
Penulis : Dr. Nawwaf Takruri
Penerbit : Darul Uswah, Yogyakarta
Cetakan : I, 2011 ; 14 x 20,5 cm
Tebal : 160 Halaman
ISBN : 978-979-8143-26-4


“Sesungguhnya harta dapat menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi dakwah dalam salah satu fase perjalanannya.” Saat ini, harta telah menjadi sendi yang kedudukannya menjadi penting. Dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat, salah satunya persoalan Palestina pun tak lepas dari yang namanya “Jihad Harta”. Dalam Al-Qur’an, Allah menjadikan jihad harta dan jihad nyawa sebagai dua sejoli yang nyaris tak dapat terpisahkan. Bahkan ada kalanya jihad harta lebih didahulukan, sebagaimana tertulis dalam surat Al-Hujurat ayat 15: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” 

Jihad dengan harta wajib dilakukan oleh semua orang sesuai batas kemampuan, kemudahan dan kesanggupan masing-masing. Jihad dengan nyawa bisa menjadi fardhu ‘ain ketika musuh menyerang wilayah kaum Muslimin, seperti Palestina, Iraq, Afghanistan, dan lain-lain.  Maka hukum jihad dengan harta pun  mengikutinya, yakni sama-sama fardhu ‘ain atas setiap Muslim. Alhasil, setiap Muslim wajib menyumbangkan harta sesuai kemampuannya untuk memperkuat kedudukan para mujahidin dalam menghadapi dan menghancurkan musuh yang telah merampas kedaulatan wilayah Islam.

Buku ini menceritakan tentang keutamaan jihad harta yang saat ini masih belum disadari kaum muslimin. Hukum jihad harta adalah wajib, sama halnya dengan kewajiban berjihad dengan nyawa, karena jihad kedua tidak dapat terlaksana dengan sempurna tanpa jihad pertama, yaitu jihad harta. Rasulullah saw. bersabda, “Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, nyawa dan lisan kalian.” (HR Abu Dawud)

Meneladani Jalan Hidup Generasi Salaf
Jika kita menyimak bagaimana kisah generasi salaf dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah, maka kita akan sangat terpesona. Mereka adalah orang-orang yang sangat bermurah hati untuk mengorbankan segala yang mereka miliki untuk menegakkan kejayaan agama ini. Ini semua berkat kekuatan iman dan keyakinan mereka kepada Allah ‘Azza wa jalla. Sahabat Rasulullah, Abu Bakar Ash Shidiq r.a, beliau pernah menyumbangkan seluruh hartanya dua kali; pertama, ketika hijrah dan yang kedua saat perang Tabuk.

Ketika perang Tabuk, para sahabat berlomba-lomba memberikan sumbangan dan bersaing untuk menjadi donatur dengan sumbangan paling banyak. Dikisahkan, Umar bin Khaththab r.a mendatangi Rasulullah untuk menyumbangkan separuh hartanya, kemudian datanglah Abu Bakar r.a dengan membawa seluruh hartanya. Ketika itu, Rasulullah Saw bertanya kepada Abu Bakar r.a,”Berapa yang engkau sisakan untuk keluargamu?” Abu Bakar r.a menjawab,”Aku menyisakan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka.”  Betapa luar biasanya generasi terdahulu. Mereka bukan hanya mengorbankan hartanya, tapi juga nyawanya untuk mengakkan agama Allah. Bagaimana dengan kita saat ini? Melihat saudara kita di bumi Palestina? Hingga saat ini, orang-orang Yahudi terus menyumbangkan dana untuk Israel yang tengah mengahancurkan bumi Palestina. Dalam hal pendanaan untuk mendukung agresi mereka, mereka membebankan semuanya kepada warga Yahudi, baik kaya atau miskin. Mereka memungutnya setelah dilakukan prosentase kekayaan. 

Di dalam buku terbitan Darul Uswah ini, Penulis menyebutkan 18 jenis organisasi Yahudi yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Organisasi ini sejumlah program untuk mendukung dan memperkuat agresi mereka di Palestina, mulai dari menyerukan untuk menyumbang melalui kantong-kantong organisasi Yahudi, mengumpulkan, hingga menyalurkannya ke seluruh warga Yahudi khususnya yang berada dalam area konflik (Israel). Tatanan organisasi mereka begitu rapi, lantas bagaimana dengan kita? Masihkah kita bisa berdiam diri dengan keterbatasan kita? Atau sudah sejauh mana kita memaknai pentingnya jihad harta ini? 

Secara khusus, jihad harta berarti menyumbangkan harta untuk mendukung bidang-bidang terkait jihad militer seperti membeli senjata, perlengkapan tempur dan baju perang ; mengembangkan fasilitas ; membangun pabrik senjata ; memberi tunjangan ekonomi bagi keluarga dan kerabat para mujahidin, agar para mujahidin merasa tenang dengan nasib orang-orang yang ditinggalkannya ; dan segala bentuk sumbangan yang digunakan untuk mengembangkan kekuatan kaum muslimin dalam setiap pertempuran dan segala bidang jihad militer yang bertujuan memerangi musuh Islam dengan cara apapun. (hal 26).

Jihad harta merupakan saudara kandung jihad nyawa. Bahkan, di berbagai ayat al-Qur’an terkait jihad, perintah untuk berjihad dengan harta selalu didahulukan dari perintah jihad dengan nyawa kecuali dalam surat at-Taubah ayat 111, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Siapa yang Harus Berjihad dengan Harta?
Pada halaman 93, penulis menjelaskan bahwa berjihad dengan harta, terutama dalam suasana kritis yang sedang dialami umat saat ini, hanya terkait dengan iman saja. Tidak ada syarat apapun selain iman dan Islam. Karena itu, setiap orang Mukmin dan Muslim wajib berjihad dengan hartanya, masing-masing sesuai kadar kemampuan, kemudahan dan kekuatannya. Pasalnya, situasi pertempuran menuntut peran bersama dari semua komponen umat. Segenap umat Islam harus hidup dengan menjunjung satu visi, yaitu melawan musuh dan menghentikan kejahatan dan agresinya. 

Beberapa hal yang diserukan oleh penulis terkait Jihad Harta yang mesti kita agendakan dengan seksama adalah:
1. Alokasikan 2.5 % zakat maal kita untuk mendanai jihad.
2. Mengutamakan membeli produk dalam negeri yang tak berbau Yahudi.
3. Boikot adalah keniscayaan! Karena Yahudi pun memboikot produk-produk selain dari produksi mereka.
4. Menghemat pengeluaran kosmetik bagi sebagian muslimah. Sisa penghematan tersebut akan lebih bermanfaat untuk mendanai mujahid atau keluarga yang ditinggalkannya.
5. Mengurangi jatah makan dan minum yang berlebihan serta pengeluaran untuk anak-anak usia sekolah. Dalam hal makan dan minum, kita bisa menyiasatinya dengan makan seadanya asal memenuhi kriteria kesehatan. Apalagi jika bisa rutin melaksanakan puasa sunnah. Maka, dengan begitu, dana yang bisa disisihkan untuk mujahidin lebih banyak.

Buku setebal 160 halaman ini memuat hal yang mendasar mengenai keutamaan jihad harta, bagaimana kita dapat berjihad dengan harta, hingga apa bentuk harta yang bisa disumbangkan. Penjelasan yang detail dan runtut menjadi kelebihan dari buku yang memiliki judul asli Al-Jihaad bil Maal fii Sabiilillaah ini. Buku bersampul merah maroon ini akan menyadarkan kita bahwa sebenarnya jihad harta itu akan menjaga dan memelihara harta kita sendiri, bahkan menambahkan keberkahan dari harta yang kita miliki. Setelah membaca buku ini, harapannya kita sebagai kaum muslimin tergeerak untuk mulai menyisihkan harta yang kita miliki untuk membantu perjuangan menegakkan Agama-Nya. Akankah kita turut andil dalam perjuangan ini? “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka...”(Ervira Rusdhiana)

7 komentar:

  1. hehehe... buku dari nisa

    BalasHapus
  2. hehe.. iya mbak.. :) istimewa, jadi di resensi gitu.. hehe

    BalasHapus
  3. di kosan udah kebanyakan buku yang belom dibaca -_-

    BalasHapus
  4. termasuk buku ini kah ja?

    BalasHapus
  5. ngga sih, insya allah udah tau isinya dari judul :p

    BalasHapus
  6. ini juga udah rangkuman sebenernya, tapi lebih asik lagi kalo dibaca.. (malah promo)

    BalasHapus
  7. Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
    tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

    BalasHapus