Ads 468x60px

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu

bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

kuatkanlah ikatannya
tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya

terangilah dengan cahyaMu
yang tiada pernah padam
ya Robbi bimbinglah kami

rapatkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakkal padaMu

hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Jumat, 22 November 2013

Skenario-Nya

Sahabat Seperjuangan di SMA, tempat kumenemukan CAHAYA
          Aku rasa memang sejak awal bertemu, aku sudah jatuh cinta dengan kota ini, Jogjakarta. Sejak SMP aku banyak mendengar tentangmu, dan aku ingin sekali bisa melanjutkan pendidikanku di kota ini, Jogjakarta. Bahkan aku hanya memfokuskan diriku untuk masuk ke Universitas yang ada di Jogja, lebih tepatnya, Psikologi UGM. Aku masih ingat, hari itu aku menangis. Impian ku untuk masuk ke Psikologi UGM kandas sudah, restu mama tak kukantongi. “Sudahlah, pilih saja Biologi, Kehutanan, atau Perikanan” kata mama padaku yang tetap bersikeras ingin masuk ke Psikologi UGM.
“Kenapa harus IPA sih, Ma? Kalo psikologi IPA berarti di UNS kan? Dan aku maunya kuliah di Jogja, Ma”  sanggahku.Mungkin ini bukan sebuah kisah yang terjadi padaku saja. Atau mungkin kamu, yang sedang membaca tulisan ini. Namun, jangan berhenti disini. Mari kita lanjutkan ceritanya.
UGM, Universitas Harapan
"Kartu Selamat Datang" dari mba Asa untukku yang sedang berjuang masuk UGM
Bersama Nurul, Mba Asa, Gunis (akhir 2009)

Ramadhan di Kampus 1431H (Ramadhan pertama di Jogja)
Masjid Kampus UGM, penuh Cinta
bersama sahabat dari hati, Anissa Prita
Bersama Media Centre JS 1431H
Kawan seperjuangan
Segera menyusul mereka, Kawan Seperjuangan
^_^
Menyambut akhir kepengurusan dengan senyuman, bersama JS 1435H
berjuang meraih mahkota kemuliaan

Aku yang akhirnya memutuskan untuk mengikuti tes masuk UGM persis dengan pilihan orang tuaku berangkat menuju tempat ujian dengan penuh harap. Dan qadarullah, saat aku menuju tempat Ujian yang kuanggap sudah ku kenal letaknya (karena yang di pakai adalah SMP ku) aku tertinggal karena harus menunggu temanku yang juga hendak mengikuti tes masuk UGM. Alhasil, aku masuk ke kelas VII C yang aku pikir adalah ruang ujianku. Setelah duduk beberapa saat, tetiba pengawas datang dan mengatakan bahwa namaku tak ada. “Ah! ada apa ini?”  Keringat dinginku mulai mengucur, tanganku mendadak dingin, dan pikiranku kacau. Segera aku bangkit dari tempatku dan beranjak, berlari keluar mencari ruangan kelasku.

Sekitar sepuluh menit kemudian akhirnya aku menemukan ruang ujianku beberapa ruang dari kelas VII C. Dan tentu akhirnya bisa ditebak, aku tak lolos ujian. Sejenak aku semakin kalut, harus kemana ini. Aku pun sekali lagi meyakinkan kedua orang tuaku agar aku memilih pilihanku, namun apadaya tetap saja HARUS IPA. Semua berlalu dengan lika-liku yang harus kulalui, hingga aku berada disini, jurusan D3 Komputer dan Sistem Informasi.
Memasuki dunia baru, penuh warna
Your DREAM, 5cm in front of your eyes
***

          Aku mengenal LDK Jama'ah Shalahuddin (JS) sebelum aku masuk ke UGM. Adalah Asa Gupita Lizadi, seorang kakak yang memperkenalkan aku dengan JS. Allah pertemukan kami melalui dunia maya, mig33 sekitar tahun 2007an. Hehe.. Skenario Allah selalu indah. Mba Asa, mengirimkan sebuah gambar di facebook mengenai syiar Ujian. Dipojok kiri bawah tertulis, Media Centre Jama'ah Shalahuddin. 


Saat aku masuk ke UGM, akhirnya aku memutuskan untuk mencari kontrakan muslimah, dan mba Asa pula yang memberikan informasi mengenai "Neo Salsabila" nama kontrakanku sebelum berubah nama menjadi "Alif Laam Miim" dan ternyata di sana hampir mayoritas mba-mba JS. Langsung saja saat itu aku di ajak untuk ikut kepanitian Ramadhan di Kampus (RDK) 1431 H, di panitia Sembako (Semarak Jilbab Koko) dan Buma (Buka Bersama). Dan saat itu aku bertemu dengan sahabatku, Anissa Prita Rizkiana (Nisa). Seorang sahabat dari hati, yang Allah pertemukanku dengannya yang memiliki karakter sangat bertolak belakang denganku. Dia yang saat pertama kali kami bertemu hanya menjawab semua pertanyaan-pertanyaanku searah, persis seperti orang yang sedang interview kerja. Hingga aku kehabisan pertanyaan untuknya. 

          Hari-hari di kepanitiaan RDK begitu berkesan. Setiap jam 10 pagi kami masak air bersama, dan jika ada kuliah, aku yang kala itu belum ada motor harus berjalan kaki dari kontrakan-maskam-mipa selatan-mipa utara-maskam. Suasana kekeluargaan yang hangat begitu terasa. Selalu ada mba-mba JS yang mau mengantarkan pulang dengan motornya, walau kadang kami harus boti (boncengtiga) karena sudah terlampau malam untuk pulang jalan kaki. Hehe.. skenario Allah masih terus berlanjut. Saat itu jurusanku masih diikutkan PPSMB PASCAL MIPA. Dan ternyata aku satu kelompok dengan Nisa lagi, dan dia menjadi ketua kelompok kami. Aku pikir, "Wah ketua kelompoknya pendiem banget nih. gimana ya?" Dan ternyata, masih banyak kegiatan setelah itu yang kami dipertemukan bersama. Hingga tulisan ini diketik. Kami menjadi sahabat yang begitu dekat, walau kami memiliki karakter yang sangat berbeda, namun muara cinta kami sama, yaitu kepada-Nya.


***

          Sekarang aku akan bercerita tentang hari pertamaku di kampus. Saat itu aku menuju Milan (Mipa Selatan) untuk melihat jadwal pembagian kelas. Dengan wajah sedikit kebingungan aku berjalan sambil melihat ke kanan dan ke kiri, berharap ada sosok yang kukenal. Namun apadaya, tak ada seorangpun kudapati hingga akhirnya saat di depan gazebo halaman tengah Milan aku bertemu dengan Siti Zulaikha (ikha). Skenario Allah mempertemukan aku dengan kawan seperjuangan di kampus. Ada ikha, jil, ely, diah, tantri, vivi, dewi, lita, galuh, sheila, dan semua warga komsi A yang tak bisa kusebutkan satu per satu. Tiga tahun adalah waktu yang begitu cepat, mengerjakan tugas kampus bersama, PKL, praktikum, dan masih banyak lagi hingga kami pun akhirnya mengambil matakuliah Tugas Akhir. Bertarung dengan diri sendiri, itu sebutanku untuk menghadapi empat sks ini. Akhirnya satu per satu kawanku menyelesaikan studinya. Setelah jil, ely, vivi, tantri, dan warga komsi A yang wisuda bulan agustus, akhirnya kemarin Ikha menyusul. Betapa campur aduk rasanya, antara bahagia karena mereka bahagia dan sedikit sedih karena aku masih harus menyelesaikan tugas akhirku. Tapi aku baik-baik saja, insyaAllah. Karena aku yakin, skenario Allah indah. Juga sahabat-sahabat yang terus memberikan dukungan padaku untuk berjuang. Ya, mau atau tidak yang namanya akhir itu pasti terjadi. Dan tentu kita semua menginginkan akhir yang terbaik. :) 

"Ya Allah, jadikanlah yang terbaik dari usia kami adalah pada akhir usia kami. Ya Allah, jadikan yang terbaik dari amal-amal kami adalah penutup amal-amal kami di dunia. Ya Allah jadikanlah yang terbaik dari hari-hari kami adalah di saat kami bertemu dengan-Mu"



Yogyakarta, 21 November 2013
23:34

0 komentar:

Poskan Komentar